php hit counter

Dalam artikel ini kami akan memberi sebuah gambaran tentang tactic pricing yang biasa anda temukan sehari hari, jadi hal ini dapat membantu Anda untuk membuat pilihan yang lebih bijak sebagai seorang customer

Untuk para pengusaha yang kesulitan dengan menentukan sebuah harga, ini akan menjadi panduan yang bagus untuk menghindari sebuah kesalahan dan mencoba ide baru yang akan diterpakan pada bisnis Anda.

Mari kita mulai!

1. “Useless” Pricing

Untuk kasus ini mari kita lihat contoh berikut

taktik pricing

Ada 3 jenis subscription di atas, mana yang Anda pilih?

1. Web-only subscription

2. Print-only subscription

3. Web & Print subcription

Sangat jelas sekali bahwa pilihan ke-2 merupakan sebuah pilihan yang sia-sia. Terbukti dari penawaran yang mereka berikan kepada 100 mahasiswa di MIT. Gambar di bawah menunjukkan perubahan dari tingkat subscription setelah pilihan ke-2 dihilangkan.

taktik pricing

Lihat bahwa pilihan pertama menjadi pilihan yang terbaik daripada pilihan ke-3 setelah opsi ke-2 dihapus.

Apa yang terjadi? Sesuai kepercayaan yang ada, kebanyakan orang tidak tahu apa yang benar-benar mereka inginkan. Mereka rentan dan membutuhkan banyak informasi tambahan untuk membantu mereka dalam membuat sebuah keputusan.

Jadi pilihan yang “sia-sia” tersebut tidak sia-sia sepenuhnya bukan?

Kesimpulan : Belilah apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda pikir merupakan penawaran terbaik.

Untuk entrepreneur, gunakan taktik ini dengan hati-hati. Tetaplah membaca untuk mencari tahu bagaimana taktik ini dapat menjadi bumerang bagi Anda nanti.

2. Old Classic -9

Pergilah ke supermarket dan Anda akan melihat harga yang berakhir dengan angka 9 dimana-mana. $49 vs $50, semua orang tahu bahwa hal tersebut sebetulnya sama, tidak memilikki perubahan yang berarti. Pastinya semua orang tahu bahwa hal tersebut adalah trik marketing, namun apakah mereka dapat menolak hal tersebut?

Menurut riset yang dilakkukan oleh  Quantitative Marketing and Economics jawabannya adalahtidak. Harga yang berakhir dengan angka 9 memilikki hasil yang sangat baik bahkan terhadap produk yang sama dengan harga yang lebih murah sekalipun.

Menurut buku Priceless yang ditulis oleh William Poundstone menganalisis tentang 8 studi yang berbeda terhadap penggunaan harga yang berakhir dengan angka 9 dan menemukan bahwa kebanyakan mereka memilikki sales yang lebih besar 24% seperti $39 vs $40.

Dalam sebuah eksperimen yang ditujukan kepada pelajar MIT dan University of Chicago , sebuah baju perempuan dijual dengan harga $34, $39, dan $40.

Dan anehnya, harga barang $39 memilikki jumlah sales yang lebih besar, bahkan lebih banyak dari barang yang memilikki harga $34.

Intinya dalam situasi tersebut harga yang berakhir dengan angka 9 dapat mengalahkan harga yang lebih murah.

BacaAku:   Strategi Menulis Email Marketing Untuk Pemula

Kesimpulan : Untuk customer, abaikanlah angka 9!

Untuk entrepreneur abaikanlah angka 9 tergantung kebutuhan anda. Jika anda ragu $49 mengalahkan $49.90

3. Anchoring

Bagaimana cara menjual sebuah makanan dengan harga $14.90? Jika dibandingkan dengan makanan seharga $29.90

Bagaimana cara menjual packet data mobile seharga $49.90? Jika dibandingkan dengan packet data premium seharga $200 yang kebanyakan orang enggan untuk mendaftar

Hal ini dikenal sebagai “Anchoring”. “Anchoring” mengacu pada kecenderungan manusia untuk terlalu bergantung pada potongan informasi pertama (“Anchor”) yang ditawarkan ketika sedang membuat keputusan.

Faktanya, Anda bisa melihat cara ini di praktikan di mana-mana. Jika Anda pergi ke pub/bar di sekitar Anda, mungkin Anda pernah berpikir apa ada yang pernah memesan minuman dengan harga selangit yang tertera di menu. Jika Anda pergi ke Rolex, jam tangan seharga $2000 akan terlihat murah karena disampingkan dengan jam tangan seharga $10.000. Akan tetapi, jam tangan $2000 tersebut akan terlihat premium jika diletakkan disamping jam seharga $200.

Inilah bagian yang menarik – Jika Anda sudah cukup expert dalam hal pembelian, apakah Anda akan lebih sulit untuk tertipu? Ternyata tidak.

Dalam sebuah riset percobaan penelitian harga, agen properti profesional diminta untuk memperkirakan harga dari sebuah  rumah yang disertakan dengan  informasi dari daftar harga rumah tersebut. Researcher memanipulasi daftar harga tersebut, menggunakan teknik “Anchor” high and low seperti yang telah kita pelajari sebelumnya.

Hasilnya, semua agen properti profesional ternyata terpengaruh oleh daftar harga yang telah dimanipulasi tersebut. Namun, mereka semua membantah gap antar harga dalam price list yang mempengaruhi keputusan penilaian mereka. Mereka mengklaim bahwa fitur properti lah yang mempengaruhi keputusan penilaian mereka.

Kesimpulan: Jangan terkecoh dengan informasi tawaran pertama.

4. Offering 3 Options

Ketika Anda menghadapi berbagai pilihan tawaran harga, Apakah Anda memilih pilihan yang lebih “aman” dengan memilih opsi yang terletak di tengah? Jika ya, rupanya Anda tidak sendirian. Dalam buku berjudul Priceless, William Poundstone mencoba melakukan eksperimen harga dengan beer.

Case #1

Case-1-300x300

Gambar di atas adalah pilihan harga di sebuah bar. 80% customers memilih tawaran yang terlihat lebih premium. Jika kita ingin menjangkau lebih banyak customer, apakah menambah varian yang lebih murah merupakan ide yang baik? Mari kita lihat Case #2

Case #2

Case-2Asumsikan jumlah pembelian dalam sehari sama dengan case #1? Apakah ada peningkatan revenue? Anehnya, total revenue justru turun! Kita telah mempelajari “Anchoring” dan “Useless” Pricing dalam artikel ini. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa ketika taktik harga digunakan dengan salah, hal tersebut justru dapat menyebabkan efek negatif.

Case #3

BacaAku:   Teknik Jitu Memacu Semangat dan Motivasi Bisnis Anda

Case-3

Dalam Case #3, mereka menghapus pilihan bir $1.60 dan menggantinya dengan pilihan bir $3.40. Hasilnya, justru lebih banyak orang memilih Bir premium ($2.50) daripada sebelumnya. Menariknya, selalu ada orang yang bersedia membayar lebih untuk yang terbaik, berapapun harganya.

Kesimpulan: Waspadalah terhadap opsi yang diletakkan di tengah, mungkin opsi tersebut memang sengaja ditempatkan di tengah untuk meningkatkan penjualan dari item yang ingin mereka jual. Dan untuk para pengusaha, cobalah terapkan cara ini untuk meningkatkan penjualan produk premium.

5. Changing Perception

Campaign mana yang dapat membuat Anda lebih tertarik untuk bergabung? “Mari meyumbang $1 setiap hari!” atau “Mari menyumbang $365 setiap tahun!”. Kedua campaign tersebut meminta kita untuk menyumbang dalam jumlah uang yang sama, namun campaign yang pertama lah yang lebih sukses.

Hal ini karena orang membandingkan apa yang dapat dia keluarkan dengan apa yang dapat mereka beli. Sebuah dollar sama dengan secangkir kopi tapi $365 dapat membeli sebuah kopi. Waktu adalah sebuah wujud yang tidak dapat dikelola dengan baik oleh manusia.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan harga sehingga hal tersebut dapat dianggap wajar. Contoh, bagaimana sebuah coca-cola dengan harga $5 dapat masuk akal? Di dalam sebuah bar dengan suasana yang mengasyikkan dimana “biasanya” mereka menjual alcohol.

Alternatif lain yaitu dengan “menciptakan” sebuah “kategorti” baru dengan merubah nama product tersebut misalnya “Kopi” menjadi “Americano”. Menulis nama customer pada gelas kopi. Ubalah segala hal sehingga dapat membuat customer tidak memilikki alasan untuk menolak produk Anda, dengan menghapus segala persepsi dan menciptakan sebuah kategori baru.

Kesimpulan : Fokus kepada apa yang Anda beli jika hal tersebut memang merupakan fokus Anda. Bagi entrepreneur, pahami dan tingkatkan perceived value dari product Anda.

Fakta lainnya :

  •  Orang terbiasa untuk mendownload musik secara gratis. Steve Job meyakinkan mereka untuk membayar. Bagaimana? Dengan menjualnya seharga 99 cent
  • Penjualan meningkat ketika label harga diubah dari $50 menjadi 50
  • 90% customer berjalan berlawanan arah jarum jam di dalam supermarket, sehingga berbelanja lebih banyak dari proses tersebut. Namun tidak ada yang tahu kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Sumber : Blueperks | Content : startupbisnis

Strategi Untuk Menentukan Harga Yang Membuat Anda Terpengaruh
Tagged on:                 
Pilih Kategori