php hit counter
Sejarah Terbentuk dan Berdirinya Kota Jakarta | image of google
Sejarah Terbentuk dan Berdirinya Kota Jakarta | image of google

Sejarah berdirinya Kota Jakarta berawal dari rentetan panjang kisah yang pastinya menarik bagi dibaca. Sebagai ibukota pelosok Indonesia, wajar saja andai Jakarta memiliki segudang permasalahan yang menumpuk dan jadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Kemacetan, banjir, huru-hara, kehidupan malam dan sebagainya menghiasi kota yang dahulu bernama Batavia itu.

Namun, walau dengan berbagai polemik yang ada, Jakarta tetap menjadi kota impian setiap warga bagi dikunjungi. Seperti magnet yang daya tarik magis tuk orang untuk bisa muncu dan berjuang bersamanya. Malah disebut-sebut jika sudah bisa menakhlukkan kerasnya Jakarta, jadi orang tersebut sudah bisa menakhlukan Indonesia. Lalu bagaimanan sebenarnya sejarah panjang perjalanan kota Jakarta hingga contohnya sekarang ini? Berikut merupakan ulasannya.

BacaAku:   Penemuan Mengejutkan ! Matahari ada 3 di Langit ?

Sejarah Berdirinya Kota Jakarta
Sungai Ciliwung menjadi saksi bisu sejarah berdirinya Kota Jakarta dari zaman ke masa. Di dekat bandar kali Ciliwung indonesia berdiri sebuah lokasi bernama Kelapa yang menjadi cikal bakal kota metropolitan dalam Indonesia ini. Kelapa mulai dikenal sejak abad ke lima dan ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai penjuru dunia. Tidak heran jika Kelapa kemudian akhirnya menjadi salah satu pusat perdagangan internasional kala itu.

Kejayaannya mulai diperoleh sekitar seratus tahun 14 pada masa pemerintahan di bawah Kerajaan Sundayang berpusat di Padjajaran. Waktu bangsa Eropa datang ke Indonesia, mereka menjadikan Sunda Kelapa sebagai tujuan primer untuk berdagang. Namun kejayaan yang pernah dirasakan Jakarta tidak bertahan lama.

Sesuatu tersebut disebabkan karena Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa saat melakukan pertarungan sengit dan menguasai wilayah ini. Pada saat itulah ia mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta. Nama ini berarti kemenangan yang tercapai dan diubah pada tanggal 22 Juni 1527. Nah, tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai hari lahirnya Kota Jakarta.

[the_ad id=”1383″]

Pada seratus tahun ke-16 penjajah Belanda buka ke Indonesia dan menguasai seluruh wilayah. Jayakarta buka ke dalam wilayah yang berhasil ditaklukkan oleh Belanda. Kala itu, namanya juga berubah menjadi Batavia. Struktur tanah Jayakarta memiliki kontur yang sama dengan Belanda yakni berawa-rawa. Untuk melindungi Jayakarta dari ancaman banjir, mereka membangun kanal-kanal misalnya yang mereka lakukan dalam negaranya.

Pusat pemerintahan Batavia berada di Balai Kota yang berjarak 500 meter dari Bandar. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, eksploitasi kota Batavia diarahkan ke Selatan. Akibat dari pertumbuhan yang pesat tersebutlah yang mengakibatkan rusaknya lingkungan. Perkara itu menyebabkan Belanda memindahkan pusat kegiatan pemerintahan ke kawasan yang lebih gede. Wilayah tersebut diberi sebutan Weltevreden. Pada abad ke-20, semangat nasionalisme Indonesia telah dicanangkan oleh para Mahasiswa di Batavia.

Ketika Jepang mulai memasuki Batavia, di 8 Agustus 1942 nama Batavia diubah menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Jadi tetapi, kepemimpinan Jepang bukan berlangsung lama di Dalam negri. Mereka menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah mengalami kekalahan di Perang Dunia ke II lalu Philippines memproklamasikan kemerdekaannya. Selanjutnya, pada September 1945, pemerintah kota Jakarta mengikrarkan nama baru untuk wilayah ini yaitu Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

Setelah kemerdekaan, Belanda berambisi untuk menguasai Indonesia melangkaui NICA. Tepatnya pada 20 Februari 2950, NICA mengubah nama Jakarta menjadi Ort Gemeente Batavia. Satu bulan kemudian, pada 24 Maret 1950 nama kota ini berubah menjadi Kota Praj’a Jakarta. Setelah kedudukan Jakarta dinyatakan sebagai daerah swatantra maka pada 18 Januari 1958 nama Jakarta berubah lagi menjadi Kota Praja Djakarta Raya. Di tahun 1961 dibentuklah Pemerintah Wilayah Khusus Ibukota Jakarta Banda (dengan PP Number 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961).

Jakarta memperoleh nama sah Ibukota Republik Indonesia di 1966. Setelah masa reformasi pada tahun 1999, melangkaui UU No. 24 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah akhirnya menjadi Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan dengan otoniminya tetap berada ditingkat provinsi dan bukan dalam wilyah kota, yaitu Provinsi DKI Jakarta.

[the_ad id=”1385″]

Wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6 wilayah yaitu 5 otoritas kotamadya dan satu wilayah kabupaten administrative, Kepulauan Seribu (Lembaran Negara Republik Dalam negri Tahun 2005 Nomor a hundred and forty, Tambahan Lembaran Negara Gemeinwesen Indonesia Nomor 4700).

Ketika ini, Jakarta menjadi kota yang mempunyai pertumbuhan sungguh-sungguh tinggi. Hal tersebut dikarenakan Jakarta mempunyai daya tarik untuk dikunjungi oleh masyarakat di luar Jakarta. Banyaknya pendatang inilah yang lalu menimbulkan banyak problematika dalam kota metropolitan ini. Kekayaan budaya juga menjadi sumbangan penting bagi Jakarta jadi salah satu metropolitan terkemuka pada abad ke-21.

Itulah sejarah berdirinya Kota Jakarta yang diiringi dengan cerita panjang serta banyaknya perubahan nama. Semoga informasi yang kami sajikan dapat meningkatkan pengetahuan pembaca. Terimakasih telah membaca.

Sejarah Terbentuk dan Berdirinya Kota Jakarta
Tagged on:                 
Pilih Kategori