php hit counter
Peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, tengah mengembangkan struktur nano logam pada tekstil, tesktil seperti ini bisa bersih sendiri hanya dengan menggunakan sinar, atau bahkan sinar dari lampu juga bisa menghilangkan noda pada tekstil tersebut. Inset : struktur nano dari lapisan luar tekstil/kain katun di bawah mikroskop, magnifikasi atau tingkat pembesaran gambarannya adalah 15 kali lipat. (Royal Melbourne Institute of Technology / Original Source: erabaru.net
Peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia, tengah mengembangkan struktur nano logam pada tekstil, tesktil seperti ini bisa bersih sendiri hanya dengan menggunakan sinar, atau bahkan sinar dari lampu juga bisa menghilangkan noda pada tekstil tersebut. Inset : struktur nano dari lapisan luar tekstil/kain katun di bawah mikroskop, magnifikasi atau tingkat pembesaran gambarannya adalah 15 kali lipat. (Royal Melbourne Institute of Technology / Original Source: erabaru.net

Para ilmuwan di Australia sekarang tengah menggembangkan sebuah teknologi baru, yang bisa menanamkan bahan nano khusus pada tekstil, dan tekstil atau bahan pakaian seperti ini bisa mencapai efek pembersihan seperti pakaian yang dicuci pada umumnya. Prinsip kerjanya cukup hanya dengan paparan cahaya atau sinar buatan dari lampu misalnya selama beberapa menit. Jika teknologi ini bisa dikomersialisasikan di masa depan, besar kemungkinan mesin cuci akan menjadi sejarah.

Metode ekonomis yang dikembangkan Universitas RMIT di Melbourne ini bisa secara efektif menanamkan struktur nano logam di tekstil. Struktur nano ini memiliki kemampuan yang baik dalam menyerap sinar tampak, bila terkena sinar, akan mengeluarkan energi, yang bisa mematikan unsur organik, dan mencapai efek pembersihan pakaian.

Menurut para peneliti tersebut, langkah berikutnya adalah mengembangkan tekstil anti bakteri yang bisa membunuh bakteri yang biasa dikenal sebagai ‘superbug. Dr Rajesh Ramanathan, salah seorang anggota dari tim peneliti di Laboratorium Riset Ian Potter NanoBioSensing Facility and NanoBiotechnology di RMIT mengatakan timnya bekerja menggunakan struktur dari bahan perak dan tembaga, yang memang dikenal memiliki kemampuan mengabsorsi cahaya.

Dr Ramanathan mengatakan dari dua bahan yang digunakan, satu bekerja sangat cepat, sehingga proses degradasi berjalan selama 6 sampai 10 menit setelah adanya penyinaran. “Yang satu lagi memerlukan waktu sekitar 30 menit, namun lebih stabil. Jadi sekarang kami sedang mencari titik tengah antara stabil atau kecepatan.”

Para peneliti mengatakan teknologi yang mereka kembangkan dapat diterapkan untuk berbagai industri berbasis katalitik- seperti misalnya : bahan kimia pertanian, farmasi, produk alami dan sebagainya, dan dapat dengan mudah diperluas skalanya.

Tantangan yang dihadapi mereka saat ini adalah membawa teknologi ini dari laboratorium ke industri, sehingga di bawah skala produksinya dapat menghasilkan kain yang memiliki struktur nano, dan memastikan struktur nano ini dapat secara permanen melekat pada kain.

BacaAku:   ZTE membuka Pre Order Untuk ZTE Blade V7 Lite

Menurut Dr Rajesh Ramanathan, sebelum orang-orang meninggalkan mesin cuci, mereka masih perlu melakukan banyak penelitian. Namun kemajuan saat ini akan menjadi dasar yang baik dalam mengembangkan takstil yang bisa membersihkan diri sepenuhnya di masa depan.

“Kami mencoba melakukannya dengan bahan yang banyak digunakan oleh konsumen seperti noda minuman anggur, atau noda makanan, dan mencoba menguraikannya, untuk melihat berapa cepat penguraiannya, dan berapa banyak materi yang diperlukan untuk mengurai noda,” ujar Ramanathan.

Penemuan Ini Jika Memang Terwujud Maka Mesin Cuci Hanya Tinggal Sejarah
Pilih Kategori