php hit counter

BacaAku – Panduan Lengkap Membuat Child Theme WordPress Bagi pengguna CMS WordPress, ada saja factor yg dirasa butuh buat diubah, atau dikustomisasi bersama gaya & fungsi tersendiri, maka blognya jadi lebih trendi & menarik buat difungsikan.

Sebahagian besar web didunia internet memang lah lebih pilih CMS WordPress sbg software dasarnya. Faktor tersebut mungkin saja lantaran sebanyak feature yg sanggup digunakan dgn WordPress, terutama dukungan & sumber daya yg melimpah dari para developer maka kita sbg penggunanya merasa tidak sempat kekurangan konsep atau teknik buat mengembangkan website/blog dgn WordPress.

Dalam artikel kali ini, BacaAku cobalah memperkenalkan saobat BacaAku pada salah satu feature yg telah tidak sedikit sekali dimanfaatkan oleh pengguna WordPress. Dengan Cara kusus dalam artikel ini, BacaAku bakal memperkenalkan apa itu WordPress Child Theme & dengan cara apa trik menciptakan WordPress Child Theme itu sendiri.

-012890iajknd.,mw[e-012kahdba,

Pengertian WordPress Child Theme

WordPress Child Theme, seperti namanya, adalah theme/template yang mewarisi segala fungsi yang terdapat pada parent theme-nya/theme utama. Child Theme sering digunakan, bahkan wajib digunakan, ketika sang pemilik blog ingin membuat perubahan tertentu pada blognya yang berkaitan dengan tampilan, membuat elemen baru, hingga merubah fungsi dasar yang ada pada CMS WordPress secara umum.

Dengan kata lain, ketika Anda ingin merubah atau menambahkan elemen tertentu pada theme WordPress yang saat ini Anda gunakan, Anda wajib membuat child theme terlebih dahulu sebelum membuat perubahan langsung pada parent theme tersebut.

Apa Manfaat Membuat dan Menggunakan WordPress Child Theme?

1. Aman

Menggunakan child theme jauh lebih aman jika Anda ingin mengaplikasikan berbagai perubahan pada tampilan blog Anda. Ketika ada kesalahan yang bisa saja terjadi, dan kebetulan Anda lupa membackup theme Anda, maka theme utama yang Anda gunakan akan rusak bahkan tak lagi mampu menampilkan website Anda dengan benar.

Dengan menggunakan child theme, Anda sewaktu-waktu dapat menghapus child theme tersebut jika terjadi kesalahan. Juga, dengan menggunakan child theme, Anda tak perlu khawatir kehilangan segala perubahan yang terjadi jika Anda mengupdate parent theme yang Anda gunakan ke versi terbaru.

Benar, seandainya Kamu melaksanakan perubahan terhadap suatu parent theme, sehingga seluruh perubahan tersebut dapat hilang jikalau Kamu mengupdate theme tersebut ke version teranyar. Kalau Kamu memutuskan utk tak mengupdatenya sebab argumen perubahan yg telah Kamu jalankan, sehingga Kamu bakal kehilanganberaneka feature terkini yg mungkin saja diberikan oleh developer theme Kamu kepada version teranyar. faktor ini pun menyangkut bersama argumen keamanan.

Oleh lantaran itu para customer WordPress merasa wajib menciptakan child theme apalagi dulu sebelum memutuskan buat menciptakan perubahan kepada theme ygdigunakannya.

2. Ringan

WordPress Child Theme amat ringan dikarenakan cuma mewarisi fungsi penting parent theme. Cuma sekian banyak file saja yg digunakan, maka tidak butuh khawatirkepada pemakaian memory disk di hosting Kamu.

3. Gampang Di-Custom

Child Theme amat sangat enteng buat di-custom. Cuma ada dua file yg nantinya Kamu butuhkan, yaitu style.css & serta functions.php. Di dalam ke-2 file tersebut, Kamusanggup melaksanakan perubahan atau menambah beragam aspek yg tentunya bakal menciptakan blog Kamu lebih mutahir & enak di lihat.

BacaAku:   Cara Memasang Alexa Rank Pada Wordpress

4. Tepat Sekali Buat Jangka Panjang

Perubahan yg berlangsung kepada child theme tidak ingin mempengaruhi parent theme. Oleh lantaran itu Kamu tak butuh khawatir jikalau berlangsung kesalahan. Pula,waktu mengupdate parent theme, beragam perubahan yg telah Kamu untuk, baik dari code atau serta struktur widget & navigasi kepada blog Kamu, dapat terustersimpan tidak dengan repot menyusunnya lagi.

Bagaimana Cara Membuat WordPress Child Theme?

Jika sudah sampai pada tahap ini, saya asumsikan bahwa Anda sudah tertarik untuk membuat WordPress Child Theme. Apa saja yang Anda perlukan? Berikut ini daftar lengkapnya:

1. Akses ke Root Directory blog WordPress Anda (boleh menggunakan FTP seperti FileZilla maupun File Manager di cPanel Hosting Anda).

2. Sediakan 1 file text document, biarkan kosong terlebih dahulu, dan beri nama style.css

BacaAku:   Panduan Memasang Komentar Disqus di Wordpress dengan Plugin dan Tanpa Plugin

3. Sediakan 1 file text document, biarkan kosong terlebih dahulu, dan beri namafunctions.php

4. Copy gambar screenshot.png dari parent theme/theme utama Anda. Ini berguna sebagai gambar thumbnail child theme Anda.

5. Masukkan semua file dari nomor 2-4 ke dalam satu folder yang diberi nama child-theme atau childtheme atau apapun nama yang ingin Anda beri asalkan tidak ada spasi di antaranya.

Setelah semuanya dipersiapkan, mari kita lanjut ke tahap cara membuat WordPress child theme:

1. Buka file style.css yang tadi Anda buat dan copy code berikut ini:

/*
Theme Name:     BacaAku Child Theme
Theme URI:      http://www.bacaaku.com/
Description:    Child Theme untuk BacaAku
Author:         BacaAku
Author URI:     http://www.domain.me
Template:       BacaAkuTheme
Version:        1.1.0
*/

@import url(“../bacaaku/style.css”);

/* =Perubahan theme boleh dimulai dari bawah ini */

 

Penjelasan :

Theme Name : Isikan nama child theme Kamu seperti diatas, contohnya Kamu mau menciptakan child theme dari theme Twenty Fifteen, sehingga tuliskan Twenty Fifteen Child Theme.

Selebihnya, sesuaikan bersama identifikasi child theme yg mau Kamu utk.

Template : Inilah yg sebetulnya bidang terpenting. Di list code yg aku utk diatas, sektor Template aku mengisi bersama seniberpikir. Alasannya tidak lain yaitu nama folder theme utama/parent theme di hosting aku ditulis bersama nama seniberpikir. Menjadi isilah sektor tersebut cocok dgn nama folder parent theme yg mau Kamubuatkan child theme, demikian serta dgn huruf gede atau huruf mungil, mesti persis sama tidak dengan spasi.

Kode @import url(“../bacaaku/style.css”); pula sama pentingnya seperti sektor Template di atas. Kamu mesti mengecek dimana letak file style.css penting ygmengandung unsur yg layaknya diatas yg aku memberi. Kode tersebut dapat memberitahu WordPress buat mengimpor style.css penting yg terdapat kepada parent themeKamu, maka Kamu mampu edit atau menambah aspek di child theme Kamu nantinya. Sesudah Kamu memperoleh di mana letak style.css mutlak, sehingga ingatlah di folder mana beliau terdapat. Rata Rata terdapat di bidang paling bawah folder theme utama/parent theme yg Kamu pakai.

Kemudian sesuaikan semuanya. Misalnya jika Anda menggunakan theme Twenty Fifteen, dan nama di folder theme tersebut tertulis twenty-fifteen, maka bagianTemplate harus tertulis twenty-fifteen dan di code @import harus tertulis @import url(“../twenty-fifteen/style.css”);

Ingat, semuanya harus persis sama dengan parent theme. Jika sudah, silahkan save file style.css yang Anda buat.

2. Buka file functions.php dan isi code berikut ini:

<?php

// masukkan code PHP baru mulai dari bawah ini

?>

Save file functions.php jika sudah. Nantinya Anda bisa menambahkan code baru ke dalam functions.php child theme Anda mulai dari bawah tanda yang sudah saya berikan.

3. Masukkan style.css, functions.php, dan screenshot.png ke dalam folder tadi.

4. Buka FTP root directory (public_html) website sobat BacaAku. Kemudian masuk ke bagian wp-content => themes. Hal ini berguna untuk mengupload child theme sobat BacaAku agar bisa diaktifkan dan mulai digunakan. sobat BacaAku juga bisa menguploadnya langsung ke blog sobat BacaAku melalui Dashboard => Appearance => Themes => Add New => Upload Theme. Sebelum mengupload WordPress child theme yang barusan sobat BacaAku buat, pastikan folder child theme tersebut sudah diformat ke format .ZIP. Lalu upload, tunggu hingga selesai.

5. Setelah upload selesai, sobat BacaAku bisa langsung mengaktifkan child theme tersebut. Untuk mulai merubah tampilan atau pun fungsi pada blog sobat BacaAku, lakukan perubahan dengan code melalui Appearance => Editor. Di dalamnya sobat BacaAku hanya akan melihat dua file saja, yakni style.css dan functions.php, tidak seperti parent theme sobat BacaAku yang memiliki banyak elemen di dalamnya.

Begitulah cara membuat WordPress child theme, mudah bukan? Jika sobat BacaAku mengalami kesulitan atau ada pertanyaan, silahkan tanyakan langsung pada saya melalui kolom komentar di bawah ini. Silahkan share ke yang lain jika menurut sobat BacaAku artikel ini bermanfaat. Akhir kata, selamat mencoba!

Panduan Lengkap Membuat Child Theme WordPress
Pilih Kategori