php hit counter
HOOQ “Streaming” Film Lokal Dengan Harga Miring | Original Konten: Maxmanroe
HOOQ “Streaming” Film Lokal Dengan Harga Miring | Original Konten: Maxmanroe

Tahun 2016 ini Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran pemain baru di sektor penyedia layanan streaming konten video. Selayaknya primadona, para pihak pengembang pun terus berusaha untuk bisa menghadirkan layanan tersebut. Entah hal itu disengaja atau tidak, tetapi fakta menunjukan bahwa sejak pertama kemunculan layanan video on-demand Netflix, akhirnya memicu kemunculan layanan lain yang serupa di tanah air.

Sebut saja salah satunya ialah iFlix, layanan serupa asal Malaysia ini mulai menunjukkan kalau layanan mereka akan segera hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Setelah itu berikutnya disusul oleh salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, yakni XL, juga membuat sebuah layanan video on-demand bernama XL Tribe.

Resmi Hadir di Indonesia

Kemarin tepatnya hari Kamis (14/4/2016), muncul satu lagi layanan video on-demand yang bernama HOOQ, dan telah resmi hadir di Indonesia. Startup yang berkantor pusat di Singapura ini, awalnya didirikan pada bulan Januari 2015 lalu oleh Singtel, Sony Pictures Television dan Warner Bros. Sebelum menjejakan kakinya di Indonesia, HOOQ sudah terlebih dahulu hadir dan melayani penggunanya di beberapa negara seperti Filipina, Thailand dan juga India.

Untuk saat ini, seluruh pengguna baru khususnya di Indonesia bisa mencoba layanan baru HOOQ secara gratis dengan masa waktu selama tujuh hari. Apabila telah melewati seminggu, maka Anda diharuskan membayar biaya berlangganan sebesar Rp 49.500 per bulan atau Rp 18.700 per minggu. Biaya yang telah ditetapkan ini dinilai lebih murah jika dibandingkan dengan Netflix yang mengharuskan bagi penggunanya membayar mulai dari Rp 109.000 setiap bulannya.

Menyediakan Berbagai Film Lokal Indonesia

Selain telah menyediakan konten-konten yang dimiliki oleh para pendiri mereka, yakni Sony Picture dan Warner Bros, HOOQ juga menjalin kerja sama dengan perusahaan pembuat film lainnya antara lain seperti Disney, Dreamworks, Lionsgate, Miramax dan Starz. Oleh karena itulah mengapa kita bisa menikmati film-film terkenal semisal Harry Potter, The Amazing Spider-Man dan serial televisi Arrow di layanan ini.

Kejutan tersebut tidak berhenti disitu saja, Di Indonesia sendiri layanan ini telah melakukan kerjasama dengan beberapa studio lokal misalnya seperti 13 Entertainment, MNC Contents, Multivision Plus dan Transmedia. Diharapkan dengan adanya kerjasama tersebut, seluruh pengguna HOOQ bisa menonton film-film kesayangan mereka contohnya seperti Ada Apa Dengan Cinta, Sang Penari, Laskar Pelangi, serial Warkop DKI hingga film lawas Saur Sepuh.

BacaAku:   Tips Hemat Membangun Rumah Impian Anda

Krishnan Rajagopalan, selaku Chief Content and Distribution Officer HOOQ, menjelaskan bahwa hingga saat ini HOOQ telah mempunyai 1.250 film dan 6.000 episode serial televisi yang berasal dari Indonesia. Selain itu juga, kami mempunyai 1.600 film dan 175 episode serial televisi dari Hollywood, ujar Krishnan.

Layanan ini juga menyediakan beberapa konten lokal yang berasal dari negara lain seperti film-film asal India Bollywood, anime asal Jepang, atau berbagai film buatan Thailand. Apabila dijumlahkan secara keseluruhan, maka konten di startup ini berdurasi total 35.000 jam. Krishnan juga menuturkan bahwa HOOQ tidak akan membedakan setiap konten yang bisa diakses di tiap-tiap negara, seperti yang telah dilakukan oleh Netflix.

Memiliki Kualitas Video yang Variatif

Setelah menjelaskan berbagai konten yang dimiliki, berikutnya HOOQ juga telah membagi kualitas streaming di layanan mereka menjadi tiga kategori, yaitu High, Medium, hingga Low. Jika Anda memilih kualitas High, Anda dapat menikmati video dengan kualitas HD. Dan apabila Anda menggunakan jaringan internet yang kurang baik dari segi koneksinya, maka dengan begitu secara otomatis akan menurunkan kualitas layanan streaming mereka.

Hal ini pun ditegaskan oleh Guntur S. Siboro, Country Head HOOQ Indonesia, menuturkan kalau koneksi internet adalah salah satu masalah yang ia hadapi dalam melakukan pengembangan. Ia sadar kalau banyak masyarakat Indonesia yang enggan menggunakan layanan streaming video karena dapat menguras kuota internet.

Kami memang mempunyai rencana untuk menyediakan sistem bundling dengan penyedia layanan internet, agar nantinya para pengguna bisa menikmati layanan HOOQ tanpa harus takut lagi memikirkan kuota internetnya habis. Namun nampaknya hal itu belum bisa terlaksana dalam waktu dekat, ucap Guntur.

Menyediakan Sistem Pembayaran Via Potong Pulsa

Supaya bisa lebih mempermudah para penggunanya dalam hal melakukan pembayaran, HOOQ telah menjalin kerja sama dengan seluruh operator telekomunikasi terkemuka di tanah air, yakni Telkomsel, XL Axiata, Indosat Ooredoo, Smartfren Telecom, dan Hutchison 3. Dengan terjalinnya kerja sama tersebut, pengguna dapat membayar layanan HOOQ dengan cara memotong pulsa telepon mereka tanpa harus repot lagi.

Bagi para pengguna yang telah menggunakan kartu telepon pascabayar, mereka cukup hanya mendaftarkan diri ke layanan ini, dan nantinya setelah proses tersebut selesai maka biaya berlangganan akan langsung ditambahkan ke tagihan mereka. Selain itu juga Anda bisa membayar layanan ini menggunakan kartu kredit.

BacaAku:   6 Hal Yang Harus Dan Wajib Dimiliki CEO Startup

HOOQ Bisa Dibagi ke Beberapa Perangkat

Apabila telah berlangganan layanan HOOQ, Anda bisa membagi akses yang Anda miliki ke lima perangkat. Namun dari ketentuan HOOQ sendiri hanya mengizinkan penggunanya untuk melakukan streaming secara bersamaan cukup dari dua perangkat saja. Beberapa perangkat yang bisa Anda gunakan untuk mengakses layanan ini diantaranya seperti PC,smartphone, tablet, set-top box, dan Smart TV melalui Chromecast.

Seperti umumnya layanan streaming musik Spotify, HOOQ juga mengizinkan penggunanya untuk dapat mengunduh video, agar bisa ditonton di lain waktu. Namun mereka hanya mengizinkan pengguna menyimpan maksimal lima video saja. Apabila mereka masih ingin mengunduh video lain, salah satu dari lima video yang telah tersimpan sebelumnya harus dihapus terlebih dahulu.

Optimis Tidak Akan Diblokir

Melihat masalah pemblokiran yang dilakukan oleh pihak Telkom kepada Netflix sebelumnya, HOOQ mempunyai keyakinan kalau hal tersebut tidak akan sampai menimpa mereka. Bagaimana bisa diblokir, sekarang saja kami bekerja sama dengan para operator telekomunikasi tersebut.

Peter Bithos, CEO HOOQ, menjelaskan bahwa untuk menjaga kelangsungan bisnisnya di Indonesia, HOOQ akan taat dan patuh terhadap semua peraturan yang ada di Indonesia. Kami sekarang telah memiliki kantor di daerah Kuningan dengan belasan karyawan, dan sebuah pusat pengembangan produk di Bandung, tutur Peter. Bentuk kepatuhan HOOQ terhadap peraturan Indonesia ini termasuk juga dalam urusan sensor terhadap seluruh  koleksi konten video mereka. HOOQ pun mengklaim kalau mereka telah melakukan sensor internal terhadap semua konten yang mereka miliki.

Apabila ada konten dari kami yang dinilai telah melanggar norma-norma yang ada di Indonesia, maka silahkan mengirimkan pengaduan dan akan langsung kami hilangkan konten tersebut dalam waktu 24 jam, tutup Ravi Vora, Chief Marketing Officer HOOQ.

HOOQ “Streaming” Film Lokal Dengan Harga Miring
Tagged on:             
Pilih Kategori