php hit counter
Alasan Ilmiah Mengapa Ibu Hamil Besar Tidak Diperbolehkan Naik Pesawat
Alasan Ilmiah Mengapa Ibu Hamil Besar Tidak Diperbolehkan Naik Pesawat

IBU hamil yang telah hamil besar dilarang untuk melakukan perjalanan dengan pesawat terbang bukan hanya karena alasan aturan penerbangan. Menurut dokter, melakukan perjalanan panjang dengan pesawat saat hamil besar bisa memicu kontraksi.

Dijelaskan dr Loli Sofyan, dokter jaga di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Hang Nadim, Batam, perjalanan udara dapat mengurangi oksigen yang dibutuhkan ibu dan janin. Hal ini bisa memicu kontraksi, yang akan menyebabkan kelahiran tak diinginkan di atas pesawat.

“Logikanya, saat bernapas di daratan kita tidak pakai usaha. Tapi karena di udara oksigen sedikit, kita atau ibu hamil perlu energi lebih untuk mendapatkan oksigen. Ketika oksigen kurang yang ditakutkan adalah hipoksia yang akan mengganggu kerja tubuh bila terjadi dalam waktu lama, misalnya dalam penerbangan jauh atau long flight,” jelasnya, saat ditemui di (KKP) Bandar Udara Hang Nadim, Batam, Kepri, Kamis 21 April 2016.

Dampak yang tidak diharapkan tersebut memang mengancam bila ibu hamil memaksakan diri untuk melakukan perjalanan jauh. Oleh karena itu, untuk penerbangan dengan jam terbang lebih dari empat jam melarang ibu hamil dengan usia kandungan 32 bulan dan lebih untuk melakukan perjalanan, kata Romer Simanungkalit, Health Quarantine KKP Hang Nadim, Batam.

“Aturan ICAO (International Civil Aviation Organization) melarang ibu hamil dengan usia kandungan lebih dari 32 minggu untuk mengikutk penerbangan lebih dari empat jam. Tapi secara umum, semua penerbangan baik yang short fligth maupun long flight akan melarang ibu dengan kehamilan lebih dari 34 minggu mengikuti penerbangan,” tambahnya.

Alasan Ilmiah Mengapa Ibu Hamil Besar Tidak Diperbolehkan Naik Pesawat
Pilih Kategori